August 26, 2008
Sekolah di Luar
July 30, 2008
Isra Mi'raj
Ah, semoga bisa lebih mengingatkan saya akan keutamaan sholat, hm.. maksudnya MENGUTAMAKAN SHOLAT lebih dari kerjaan apapun. Kadang kerjaan di kantor suka dijadikan kambing hitam mengapa pada akhirnya saya baru sholat Zuhur jam 14.45! (lima belas menit sebelum ashar..), atau Ashar jam 17.55..atau Magrib jam 18.57... gyahhhhjkkkk! InsyaAllah, untuk ke depannya saya akan mengutamakan sholat dibanding apapun the duniawis thingy...amien!
Saya rada sedih karena hari ini saya masih off sholat, biasalah periode wanita. Padahal udah diniatin jauh-jauh hari mau di rumah seharian, ngaji all day..syukur-syukur khatam. Huhu.
June 27, 2008
Belajar Dewasa
Dan kalimat ini menjadi jawaban atas ketidakbertanggungjawaban gue ketika menyatakan kepada HR kantor gue:
"Pak, saya mau mengundurkan diri jadi ketua Syncare*. Saya mau konsentrasi ke thesis dan gak bisa membagi waktu serta pikiran saya untuk hal-hal diluar kerjaan dan kuliah saya."
ARGHHHH. Kenapa sihhh harus gue lagi gue lagi gue lagi. Di rumah gue lagi gue lagi. Di kampus gue lagi gue lagi. Di kantor gue lagi gue lagi.
"Ilmu yang paling sulit itu adalah ikhlas"
Ikhlas....hallo? dimana kamu.....?
huhuhuhuh.
Saya kembali membenci diri saya ketika yang ada dalam pikiran saya adalah hal-hal negatif seperti ini.
Mari belajar ikhlas, tulus, dan sabar (!!!!!!!!!!!).
*Syncare sebuah organisasi di kantor saya, Synovate, yang kerjaannya memberi perhatian ke semua orang taktala sedang bahagia (melahirkan, nikah, bday, selametan udah kerja 5 tahunan, 10 tahunan), maupun sedang dirudung duka (meninggal, sakit, kecelakaan, dll). selain itu bertugas meng-organize acar2x yang sifatnya fun, party, sport...seperti outing, new year, movie night, blah...blah....BLAH.
June 25, 2008
Dresscode
Rasa-rasanya gue pengen nampar nih blog kalau saat ini wujudnya berupa manusia! WakkkkZ!! Lagi-lagi untuk kedua kalinya tulisan gue ilanggggg...padahal udah di save..bentar bentar save now! tapi gak ngaruuhhh....tetep aja dia autosaved disaat yang tidak tepat..!
Ugh.
Ah, cerita singkat saja. Padahal tadi udah lengkap banget berikut percakapan detail..! huhuhu.
Hmm, Jadi begini. Barusan banget, tadi malam jam 22 gue dan Ardha (adek gue) pergi ke Blowfish...niatannya adalah memenuhi "undangan" Area dan Juice via Facebook yang lagi ngadain acara nonton bola bareng...sambilan dihibur oleh band-band. Band-bandnya gue gak tau siapa sih, yang pasti gue dateng karena ada Sore ze Band. Berhubung gratis dan venuenya gak jauh (cuman sepelemparan batu dari kantor eke), gue memenuhi undangan tersebut. Itung-itung nonton Jerman vs Turki bakalan seru juga nih secara rame-rame!!
Namun ternyataaaa..nasib berkata lain. Dari awal feeling gue udah rada gak enak...soalnya sepengetahuan gue, blowfish itu tempat dugem semacam Dragonfly dan sejenisnya. Tapi ada yang bilang itu Longue, jadi gue gak perlu merasa risih dengan jilbab gue. Gue udah trauma kalau ke bar bar gitu....yang jelas gue gak nyamanlah.
Gue: ”Hah?”....gue langsung paham yang dia maksud dresscode pastilah jilbab gue, masak iya baju kerja gue??
Gue: ”Kenapa mas? Ini khan acaranya bukan acara dugem...nonton band dan bola kok!” , gue ngomong dengan kalem dan sambil ketawa miris.
SG: Gak bisa Mbak, peraturannya emang gitu dari manajemen.
Setelah itu gue melirik ke Mbak Area yang hanya bisa memberikan sinyal ”minta maaf ” sambil menyatukan kedua telapak tangannya dan mengangguk2an kepala....Mbak Area yang mukanya mirip sama Ami Zein itu mengatakan bahwa dia gak tau sama sekali kalau ada peraturan seperti itu.
Gue malas berkonflik. Dan Ardha pun sempet yang membela gue...gue yakin Ardha pasti sedikit banyak kecewa, apalagi dia jauh-jauh jemput gue dari Pulomas ke Salemba trus ke Gatsu (blowfish ini di Menara Mulia).
Merasa didiskriminasi dan kesel dengan istilah ”dresscode”, gue bilang ke tuh SG: ”Gini ya Mas, FYI ini bukan dresscode...! Ini jilbab”. Lantas gue melengos pergi tapi tetep cool...karena ada temen gue yang kebetulan lewat. Temen SMP/SMU yang lumayan deket. Gue langsung curhat insiden yang baru gue alami. Dan dia sendiri cuman bisa ngakak, gue pun ngakak dan meng-tidak-habis-pikiri sikap manajemen blowfish terhadap diskriminasi ini. Gue bilang ke Yudhi (nama temen gue itu) dan Ardha bahwa ini bukan kali pertama gue diginiin, waktu di Parc (tempat nge-gig yang udah bubar) gue bahkan semept dicemooh oleh SG Parc: ”Gak bawa Al-Qur’an khan Mbak?” pada saat sang SG memeriksa tas gue. Saat itu gue cuman bisa berdesis pelan ”Shit....”.
Yang jelas, gue tau sih. Ini salah gue emang, harusnya jam 22 wanita baik-baik pastilah pulang ke rumah. Tapi gue cuman pengen menikmati musik yang dalam hal ini universal language. Apalagi musik SORE ini jauh dari kesan dugem. Dan gue melihat, segmen undangan ini gak memandang dari sisi ”drescode” atau whatsofrigginever lah....kecuali kalo gue ke daerah Kota sono..baru deh gue rela diusir. LAH INI???? Wong ”Kitchen and Bar” dengan konsep longue....
Ini masih negara gue. Negara yang memiliki populasi Muslim terbesar di dunia. Gimana kalo gue di luar negeri??
June 18, 2008
Kontemplasi Kecil-kecilan
Minggu lalu gua mengalami minggu yang penuh dengan jalan-jalan yang tidak terlalu direncanakan:
1. ke Surabaya apalalgi kalo bukan untuk urusan kantor. If you ever read my previous blog in Friendster (kayak penting aja dibaca, hehe), you'll find out betapa gue sangat senang ketika ditugaskan keluar kota. Tapi ke Surabaya untuk ketiga kalinya membuat gue sungguh mati gaya mau ngapain di kota yang dijuluki Kota Pahlawan itu. Apalagi stamina gue gak FULL POWER.

Jadilah kali ini gue murni ke Surabaya untuk kerjaan kantor yang memang sih, agak-agak membuat letih lesu penat kalo mau dipaksakan jalan-jalan lagi malam harinya. Yang bikin beda dari kunjungan ketigakalinya ini adalah: gue witness* ke daerah-daerah dengan masyarakat social economy class rendah (sekitaran kelas C2 kebawah, those who has expenditure less than 900.000 per month *CMIIW*). Walhasil gue happy, maksudnya bukan happy melihat penderitaan mereka yang rumahnya kadang gak ada TV/ Kulkas dan tidak ada separasi untuk tiap ruangan itu, namun happy karena dengan demikian gue bisa lebih belajar bersyukur to what I have now (ya pekerjaan walau pas-pasan gajinya, hehe, rumah walau banjir tiap tahunnya, huhu...). Yang pasti sih, melihat mereka gue merasa...they can make a live like this...and they seemed fine and grateful. Gak mengeluh terus menerus kayak kita -gue- yang gak pernah puas dengan pemberianNya. Hmm...traveling emang selalu memberi nilai lebih untuk berkontemplasi. Walau, yeah, kadang dalam kembali kehidupan nyata...seringkali gue lupa hasil kontemplasi itu.

*Ini istilah dalam survey, dimana seorang researcher "menemani" interviewer dan melihat apakah sang interviewer sudah paham dan menguasai flow questionnaire. Jadi kalo ada salah-salah dalam penyampaian isi qnaire bisa dievaluasi.
2. ke Bandung, Puncak dan Bogor... Kalau yang ini gue secara dadakan bertindak sebagai tourguide..! Udah biasa sih sebetulnya, hehe. Kali ini yang ditour-guiding adalah host family dari Malaysia sono. Pesertanya ada 5 orang: Mama Latifah, Bapak Yasid, Amir (anak laki-laki mereka yang tampangnya mirip Barack Obama), serta Pak Lurah Sepang "Datuk" dan Bang Izhan, seorang kontraktor kaya raya namun sepintas mirip kondektur bus. hehe. Sepanjang jalan di Bandung dan Puncak, mereka gak berhenti-berhentinya berkomentar "Cantik" dan kata lain yang paling sering juga adalah "Sedappp". Intinya sih mereka merasa bahwa makanan Indonesia sangat sangat sangat nikmat (setuju!!!) dan pemandangannya indah! wah....Ohya! satu lagi: "Murah!", ini kata acapkali diucapkan ketika ke F.O, Pasar Baru, dan ITC. Kata mereka sih, harga pakaian disini lebih murah 3 kali lipat dibanding disono...dan makanan pun demikian. Sampai-sampai saking murahnya, mereka sering ke Surabaya/ Medan/ Batam untuk sekedar makan siang dan pijet spa.....*OMG!

Dari perjalanan ini gue mendapati diri gue yang makin cinta dan bangga sebagai bangsa Indonesia yang memiliki sumberdaya dan kesenian yang berlimpah. Hidup Indonesia lah! hehehe.